Medali Perak ISPO

Tanggal 20 Januari, sejak pagi hari kami berenam yang sudah berkaos SA sangat sibuk berlari ke sana kemari, menegecek dan merapikan satu per satu barang yang akan kami bawa. Tepat setelah sola duhur yaitu sekitar pukul setengah satu, kami berangkat dari sekolah ke Stasiun Kota Baru Malang dengan diantar menggunakan bis sekolah. Kelihatan sedikit berlebihan memang, tapi memang itu harus dilakukan. Karena memang ukuran prototype dari masing – masing kelompok diantara kami cukup banyak dan besar ukurannya. Setelah sampai disana kami menunggu kedatangan kereta gajahyana yang akan mengantarkan kami ke Jakarta. Saat menunggu kami ternyata juga bertemu dengan salah satu kelompok finalis ISPO juga yang berasal dari SMP 5 Malang.

Kereta Gajayana menjeput kami sekitar pukul 2 siang. Selama 15 jam lamanya kami menempuh perjalan di atas rel demi sebuah perhelatan. Kami tak dapat menyembunyikan perassaan tegang yang terjadi. Di sela – sela waktu istirahat kami di kereta, kami menyempatkan diri untuk membaca, mebuka, makalah dan mengasah kemampuan kami tentang projek kami.

Tanggal 21 januari pagi hari pukul 6, kami tiba di stasiun gambir Jakarta. Kami sangat sibuk mengangkut barang – barang kami. Setelah itu, kami diperbolehkan berjalan – jalan di sekitar stasiun sembari menunggu restoran CFC buka untuk menyediakan sarapan kami. Kebetulan daerah belakang gambir adalah monas. Kami menyantap makan pagi kami di CFC dengan menu paket hemat, jam setengah 8. Setelah itu kami menyewa mobil untuk berjalan – jalan keliling kota Jakarta karena pada hari itu memang agenda kami hanya check in di tempat penginapan. Kami pergi touring ke Sampoerna Strategic square. Disana kami disambut sebagai tamu istimewa oleh orang – orang sampoerna. Kami bertemu Pak Deril, Pak Aji, Pak Ray, Pak Bambang, Pak Fikri, dkk. Senang rasanya. Tapi juga sedikit beban karena kami ditanya – ditanya mengenai projek kami dan ditargetkan untuk menang. Selanjutnya kami berputar – putar keliling kota dan menuju Tamrin Mall untuk makan siang. Sedangkan makan malam kami menunya adalah masakan warteg di daerah sekitar penginapan. Malam hari kami briefing bersama anggota kelompok masing – masing untuk mempersiapkan lomba besok mulai dari materi sampai latihan berpendapat.

Esok hari tanggal 22, pagi- pagi pukul lima kami sudah bangun. Kami segera bersiap menuju tempat lomba di Balairung Universitas Indonesia dengan menggunakan pakaian adat. Di sana kami tiba sekitar pukul setengah 8. Kemudian kami diberi waktu untuk mendesain dan mendirikan stan pameran kami selama 2 jam. Dengan susah payah, kami menyetting stan kami. Si Nando ketua group kami, sibuk merakit ulang prototype dan berjibaku dengan obeng, mur, dan kuncinya. Sedangkan saya sendiri sibuk memaku dan menempelkan kain background dan poster – poster di bilik stan. Setelah itu, acara di buka dengan upacara pembunyian gong oleh komite penyelenggara. Hari pertama pembukaan stan, stan kami sudah didatangi oleh 4 orang juri langsung. Kami ditanyai berbagai macam hal tentang projek kami, mulai dari hydrogen yang dihasilkan bagaimana, hasil elektrolisanya bagaimana, efektifitasnya bagaimana, dll. Kami sudah mempersiapkan untuk itu, dan kami juga mendapat banyak saran. Jam 5 kami meninggalkan tempat lomba untuk beristirahat.

Hari kedua lomba tanggal 23, kami berangkat pukul 06.00. Dan langsung membuka stan kami pada jam 9 tepat. Di hari kedua ini kami mendapati pengujung yang lebih sedikit dari hari pertama. Kami hanya tinggal menunggu tamu pengunjung karena memang juri kami sudah mengunjungi kami. Pameran hari kedua ini ditutup jam 4. Jam 4 tepat kami berberes stan kami dengan wajah yang sedikit lega. Selanjutnya kami makan malam di gedung DPR dan mendapat sedikit jamuan. Waktu makan malam ini, kami mengalami hal lucu. Kami kehabisan piring untuk makan. Dan kami harus menunggu lama untuk makan bergantian. Setelah itu kami pulang.

Hari ketiga Jumat tanggal 24, kami diajak jalan – jalan ke TMII. Kami naik gondola, melihat – lihat pemandangan yanga da di sekitar daerah TMII. Pada jam 10, kami mendapatkan gladi bersih untuk parade Nusantara penutup acara lomba. Sekitar jam 2 setelah solat jumat, kami bersiap – siap untuk acara penutupan lomba. Dada kami berdegup kencang. Kami tak sanggup menyembunyikan perasaan gugup kami. AC terasa sangat kencang menembus baju adat yang kami gunakan. Jam 4 sore acara dimulai. Di awali dengan acara sambutan, laporan hasil pelaksanaan, dan esembahan hiburan. Kemudian berujunglah di puncak acara yaitu pengumuman pemenang. Ketika Perolehan Honorable Mention Medal diumumkan ternyata salah satu kelompok dari kami ada yang mendapatkan penghargaan itu (Au, Wiwit). Hal ini menambah gugup kami yang belum dipanggil. Nama kami tidak tercantum di medali perunggu. Tapi Alhamdulillah ketika medali perak ternyata judul projek kami disebut. Kami terplih menjadi perenggut medali perak dan berhak mewalkili Indonesia di Internasional even di Georgia.

Hari Sabtu kami check out dari tempat penginapan dan mencari makan di warteg sekitar. Kemudian kami berjalan – jalan ke pasar tanah abang untuk berbelanja oleh – oleh. Kemudian pukul setengah 6 kami pulang menuju Malang dengan menggunakan kereta.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *