(29/3) pagi setelah shubuh,beberapa siswa asrama sudah mulai bersiap-siap dengan seragam baru, biru laut dengan badge Taruna. Pukul 05.30 siswa siswi beserta guru guru SMAN Taruna Nala Jatim menaiki bus menuju ke Akademi Angkatan Laut (AAL) yaitu sekolah pendidikan TNI angkatan Laut di Krembangan , Surabaya.

Siswa yang mengikuti study tour ke AAL ada sekitar 75 siswa. Yaitu perwakilan 4 organisasi besar yang terdiri dari OSIS, MPK, House Senate, Komite dan perwakilan sekolah diluar organisasi besar. Mereka menggunakan seragam SMANTAR dan putih abu-abu.

Study tour kali ini para pendamping siswa SMANTAR memiliki tujuan untuk mengetahui kondisi disana, bagaimana kegiatan para taruana-taruni, dan mengetahui apa saja yang di pelajari pada saat akademi angkatan laut. Selain itu diharapkan siswa dapat mencontoh dan menerapkan kepribadian taruna dalam kehidupan sehari-hari.

Pada pukul 9.00 kami sampai di monumen Jalesveva Jayamahe. Disana terdapat banyak kapal-kapal yang berjajar. Turun dari bis para siswa langsung berbaris dan disiapkan oleh danton. Setelah itu kami mendapatakan pengarahan dan beberapa sejarah-sejarah tentang Angkatan Laut. Sambil menunggu kapal yang akan bersandar kami menyanyikan sebuah yel-yel dengan sangat kompak dan semangat. Disana kami disambut dengan sangat baik oleh tentara angkatan laut. Setelah menggu dengan cukup lama, kami akhirnya naik ke kapal untuk melihat kapal perang.

Setelah masuk di dalam kapal perang kami mengetahui isi danĀ  cara pengoprasian dan cara mengemudi kapal. Ternyata di dalam kapal adalah sebuah ruanagn ber Ac dan aagk sempit. Selain itu kapal juga mempunyai banyak tangga yang kecil dan curam. Pada saat memasuki kapal kami langsung berkenalan dengan bapak tentara yang akan memandu ke dalam suatu tempat-tempat yang sangat berperan dalam pengoprasian kapal. Kami langsung di bagi menjadi 3 kelompok sesuai dengan kelompok bis.

Kami pertama diajak untuk mengunjungi sebuah anjungan. Dimana anjungan adalah sebuah kemudi dari sebauh kapal. Di dalam anjungan terdapat sebuah alat-alat yang serba digital sehingga dapat diporesikan secara otomatis dan cara kerjanya seperti komputer. Kompenen-kompenen dalam anjunagn antara lain kemudi, radar, alat komunikasi, dll. Akan tetapi di ajungan sendiri terdapat 3 kemudi.

Selanjutnya kami mengunjungi sebuah ruangan tempat kendali untuk menembak kapal musuh. Disana juga terdapat alat-alat yang serba digital. Orang yang mengendalikan dalam ruangan tersebut ada 5 orang.

Setelah keluar kapal kami berfoto bersama dengan tentara dan bapak ibu guru pendamping. Lalu keluar dari kapal menuju ke kapal dewaruci yaitu kapal yang dapatmenampung 150 orang dan ciptaan dari jerman.

Setelah itu kami menuju ke Akademi Angkatan Laut dan berhenti di Salatuhu. Yaitu sebuah aula dan dapat dijadikan tempat serbaguna. Disana kami duduk dan menikmati sambutan dari AAL yang awal mulanya kami mendapat pesenatri taruna taruni dan dilanjutkan penampilan band dari taruna yang terakhir acara ada fashion show seragam taruna-taruni selama pendidikan.

Lalu kami keluar dari Salatuhu dan menuju ke Graha untuk makan siang bersama taruna-taruni. Dan dilanjut sholat bagi yang beragama muslim. Kami melihat para taruna yang sangat disiplin dan sangat semangat dalam mengenyam pendidikannya. Karena seetlah makan mereka langsung lari untuk kelas.

Lalu kami dipandu oleh taruna-taruni untuk keliling di sekitar Akademi Angkatan Laut. Dan ternyata disana sangatlah lengakap dan megah. Kami juga foto bersama di sebuah bangunan. Dan kakak taruna turun dan memberikan salam perpisahan di gedung Salatuhu.

Setelah kami sholat kami menuju ke sebuah monumen yang bernama Monjaya navalbase. Yaitu sebuah bangunan yang berisi museum yang berisi peninggalan pakaian, senjata, kapal-kapal, dan lain-lain. Sehabis itu kami kembali ke asrama.

By admin