Sesuai dengan program yang telah disusun oleh sekolah, SMAN 10 Malang mengadakan Kegiatan Tengah Semester yaitu Bedhol Desa yang diadakan di Desa Durmo, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih mental dan pengabdian diri siswa kepada masyarakat sekitar.

Have Fun Bareng

Jumat (28/10) Gelombang 1 yang diikuti oleh siswa-siswi kelas 10 SMAN 10 Malang Kampus 1, berangkat dari sekolah jam 13.00 menggunakan armada truk tentara. Panitia kegiatan ini adalah gabungan dari Pengurus OSIS/MPK, PMR, Pecinta Alam, Paskibra, Pramuka, dan pengurus OSIS/MPK. Panitia lebih dulu tiba di lokasi jam 10.00, untuk mengecek tempat penginapan dan bertemu orangtua asuh.

Rombongan Gelombang I tiba di lokasi ba’da ashar. Mereka langsung berkumpul di pusat kegiatan, di Lapangan Dusun Durma,untuk pembagian kelompok dan bertemu dengan Kakak dan Guru Pendamping. Setelah itu, mereka berpencar menuju rumah orangtua asuh masing-masing. Ba’da maghrib, siswa-siswi berkumpul lagi di lapangan, untuk melaksanakan apel pembukaan, serta tambahan pengumuman untuk kegiatan besok. Setelah itu, kembali ke rumah orang tua asuh masing-masing untuk istirahat mempersiapkan tenaga untuk kegiatan besok.

Perform Kelas

Sabtu (29/10) pukul 04.00, masing-masing kakak pendamping mengunjungi rumah orangtua asuh untuk membangunkan adik-adik binaannya berkumpul di musholla untuk shalat shubuh berjamaah. Setelah itu, kegiatan selanjutnya membantu orangtua asuh di rumah dan kegiatan senam pagi di lapangan.

Pertunjukan Seni

Pukul 08.00, kegiatan Live-In dimulai. Kegiatan ini adalah kegiatan pengabdian diri kepada masyarakat. Masing-masing kelompok mengikuti kegiatan orang tua asuh di luar rumah. Banyak dari siswa yang akhirnya turun ke sawah, mengikuti kegiatan bercocok tanam, berkebun, berladang, beternak dan lainnya. Kegiatan ini memberikan pembelajaran bahwa kehidupan desa tidak seperti kehidupan kota yang dirasakan mayoritas siswa selama ini.

Seni Tari

Setelah Live In, siswa-siswi diberikan waktu yang cukup panjang untuk bersih diri dan istirahat, dan dilanjutkan kegiatan Penyuluhan Kesehatan pukul 13.00. Kegiatan ini difasilitasi oleh Puskesmas setempat, dan diikuti oleh orangtua asuh serta masing-masing Ketua Kelompok.

Kegiatan sore hari adalah Performance Kelas yang dilaksanakan di lapangan. Masing-masing kelas diwajibkan menampilkan sebuah performance untuk menghibur masyarakat desa. Kegiatan ini juga masuk dalam penilaian mata pelajaran Seni Budaya.
JJM

Kegiatan di malam hari adalah JJM, yaitu jelajah malam. Pada kegiatan kali ini, peserta diberikan beberapa peraturan. Yaitu dilarang membawa senter, dilarang memakai jaket, dan membawa slayer/kain untuk penutup mata. Aturan main dalam JJM ini adalah dalam satu kelompok, satu orang yang berdiri paling belakang yang akan memandu jalan teman-temannya. Sementara anggota yang lain harus memakai penutup kepala. Mereka berjalan dengan memegang pundak teman depannya, dengan dibantu oelh cahaya senter dari  kakak pendamping.

Panitia telah membuat rute jalan yang harus dilewati, yang berakhir di rumah orangtua asuh masing-masing. Ditengah perjalanan, ada kegitan kepekaan panca indra, yaitu peserta diminta menebak 10 benda yang diberikan panitia dalam keadaan mata tertutup. Masing-masing peserta diberi waktu 1 menit untuk meraba dan mengingat. Selanjutnya, hasil dari kegiatan tersebut dittuliskan di selembar kertas dan dikumpulkan kepada kakak pendamping.

Renungan

Kegiatan dilanjukan pada Minggu dini hari. Pukul 02.00, peserta diminta berkumpul di lapangan untuk kegiatan Mata Hati, yang berupa motivasi dan refleksi batin tentang kehidupan yang dijalani.Kegiatan ini dilanjutkan dengan motivasi tambahan dari Bapak Kepala Sekolah, Bapak Tri Suharno. Kegiatan berlanjut hingga sebelum Shubuh, setelah sholat Shubuh berjamaah, pserta kembali ke rumah untuk membantu kembali kegiatan orang tua asuhnya, bersih diri dan sarapan, kemudian peserta ke luar rumah untuk kegiatan Kerja Bakti dan Outbound. Kegiatan Kerja Bakti dilakukan di sekitar  rumah, untuk membersihkan lingkungan dari sampah plastik yang berserakan. setelah itu, bersama-sama, seluruh peserta berkeliling dusun yang dipimpin oleh Bapak Toni, koordinator kegiatan KTS ini. Kegiatan ini sekaligus mengenalkan SMA Negeri 10 Malang kepada masyarakat dusun durma.

Setelah kegiatan outbound, peserta kembali kerumah masing-masing untuk bersih diri, istirahat dan packing. Sebelum berkumpul di lapangan, peserta lebih dulu berpamitan kepada orang tua asih dan mengucapkan terimakasih atas kesediaannya mebantu kegiatan KTS ini. Pukul 13.00, seluruh peserta kembali ke lapangan untuk apel penutupan, dan kembali ke sekolah.

Kerja Bhakti

Selepas tengah hari para siswa gelombang I  sudah mulai bersiap di lapangan tempat titik kumpul untuk menunggu kendaraan truk dari gelombang II datang ke lokasi Bedhol Desa. Pada saat KTS gelombang I berlangsung yang menjadi panitia adalah beberapa siswa kelas XI dan XII, begitu juga sebaliknya pada saat gelombang II yang diikuti oleh seluruh siswa kelas XI dan XII maka yang menjadi panitia siswa adalah beberapa siswa kelas X.

LIve In

Gelombang II berlangsung dari hari Minggu hingga hari Selasa tanggal 1 Nopember 2016 pas tengah hari. Kegiatan yang dilakukan oleh mereka tidak jauh beda sesuai jadwal yang dilakukan oleh para siswa KTS pada kloter pertama.

Outbound

KTS atau kegiatan Bedhol Desa pada gelombang 1 dan 2 diikuti oleh seluruh siswa SMAN 10 Malang Kampus 1. Kegiatan bhakti sosial yang lebih kepada pengabdian masyarakat desa secara langsung akan dapat memberikan banyak pelajaran dan pengalaman kepada seluruh siswa. Tidak hanya itu, segala pengalaman yang didapat haruslah dapat dipraktikkan di kehidupan mereka. (dur)

By