PBB Kampus 1.

Hari ini (19/07) seluruh siswa SMAN 10 Malang kelas 12 mengikuti agenda pelatihan kedisiplinan yang dilaksanakan di Lapangan Ajendam V Brawijaya. Tahun lalu para siswa juga melakukan agenda yang sama guna meningkatkan kedisiplinan para siswa. Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan oleh seluruh siswa kelas 12 saja, namun juga akan dilaksanakan oleh siswa kelas 11 juga yang akan dilaksanakan hari Kamis (20/07). Untuk siswa kelas 10 tahun ajaran baru ini, seperti biasa melaksanakan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) yang diadakan selama 3 hari mulai dari hari Senin kemarin.

PBB Kampus 1

Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan Ajendam dimulai sekitas pukul 07.00 WIB dengan melaksanakan upacara pembukaan pelatihan kedisiplinan. Upacara pembukaan ini dibuka oleh wakil kepala sekolah SMAN 4 Malang yang juga melaksanakan pelatihan kedisiplinan ditempat yang sama. Setelah upacara pembukaan dilanjutkan dengan pengarahan dari tentara Ajendam kemudian baru diserahkan kepada masing-masing pembina sesusai kelompok yang sudah dibentuk untuk diberikan pelatihan kedisiplinan berupa latian baris berbaris.

Arahan dari Pelatih

Baris berbaris yang diikuti setiap siswa berjalan dengan lancar dan penuh semangat, meski terik matahari seluruh siswa tetap antusias dalam menjalankan latian baris berbaris. Sebagai latihan baris berbaris seluruh kelompok yang telah dibagi tadi akan menunjukkan posisi baris berbaris mereka dengan berjalan memutar setengah dari lapangan dengan menunjukkan hasil latihan berbaris tadi, dimulai dari langkah tegap maju sampai jalan ditempat.Kegiatan diakhiri pada pukul 12.00 WIB dengan evaluasi sebagai penutup dan keesokan harinya dilanjutkan oleh pelatihan yang akan dilaksanakan siswa kelas 11.

PBB Kampus 2

Begitu juga dengan seluruh siswa kelas XI dan XII Kampus 2, selama dua hari berturut-turut dilatih baris berbaris oleh 5 pelatih yang berasal dari Kesatuan TNI AL (LANAL) Malang diawali pukul 07.00 hingga pukul 12.00 WIB. Konsep yang dilatihkan kepada para siswa juga sama, mulai latihan dasar baris berbaris hingga formasi lanjutan dalam baris berbaris. Tidak hanya itu, siswa juga diajarkan yel-yel untuk meningkatkan motivasi dan semangat kepada siswa dalam kepemimpinan. Sistem yang diterapkan adalah pelatih memberikan arahan atau contoh, lalu dipraktikkan oleh siswa per kelompok. Karena ini dilaksanakan di lingkungan asrama siswa Leadership Academy, maka para pelatih tidak menggunakan gaya full militernya, hal ini agar menciptakan suasana yang tidak tegang dan bisa diterima oleh seluruh siswa peserta latihan.

Table Manner

Setiap harinya di akhir sesi latihan, siswa tidak hanya diberikan pelajaran tentang PBB saja tetapi juga diajarkan Table Manner atau tata cara makan yang baik sesuai kebiasaan militer, hal ini memang cocok diterapkan di sekolah yang memiliki basic implementasi kepemimpinan seperti di SMAN 10 Malang (Leadership Academy). (GAC)

By