Badan Dakwah Islam SMANDASA

            Sabtu, 23 April 2016 tepatnya satu hari setelah pelaksanaan kegiatan peringatan Hari Kartini, SMAN 10 Malang masih memiliki kegiatan lain yang tak kalah menariknya. Kali ini, acara dinaungi oleh Badan Dakwah Islam (BDI) SMAN 10 Malang (Leadership Academy) tahun abdi 2016/2017. Berhubungan dengan program kerja (proker) ziarah dan studi banding yang direncanakan di awal masa jabatan, maka Fityan Fikrut Tamam (Dove) selaku Ketua Umum BDI mengajukan tanggal kegiatan pada hari Sabtu tersebut.

Sasaran ziarah BDI tahun ini adalah PPQ Nurul Huda yang beralamatkan di Jalan Kramat No. 71 Singosari, Malang. Sedangkan untuk tempat studi banding, ada di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Hikam yang terletak di Jalan Cengger Ayam.

Sebanyak 13 pengurus BDI laki-laki dan 21 pengurus BDI perempuan berangkat menuju lokasi tepat pada pukul 07.30 WIB. Perjalanan kurang lebih 30 menit dari Tlogowaru ke tempat pertama, yaitu PPQ Nurul Huda. Sesampainya di sana, dilakukan ziarah dan membaca surat Yasin tepatnya di makam Al Maghfurlah. Pembacaan Yasin dan doa berlangsung hingga pukul 08.45 WIB. Selanjutnya, pengurus BDI mendapatkan informasi-informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang di laksanakan di Ponpes Nurul Huda tersebut. Adapun kegiatan yang baru saja selesai dilaksanakan di sana adalah khataman Bahasa Arab yang diikuti oleh siswa SMP hingga SMA kelas 1. Menurut salah satu pengurus PPQ Nurul Huda saat itu, program kerja tersebut akan dikembangkan untuk Bahasa Inggris demi kemajuan pesantren. Kegiatan di PPQ ini berakhir pada pukul 09.30 WIB dengan sesi penutup yaitu sesi dokumentasi.

Ziarah

            Setelah itu, perjalanan kembali dilanjutkan ke Pondok Pesantren Mahasiswa Al Hikam. Kurang lebih pukul 10.30, seluruh pengurus BDI sampai di lokasi. Para pengurus BDI yang dalam kegiatan ini didampingi oleh Bapak Erwin, memutuskan untuk istirahat sejenak hingga mendekati waktu dhuhur. Setelah masuk waktu dhuhur, para pengurus BDI melaksanakan sholat dhuhur berjamaah di masjid pondok pesantren tersebut.  Kurang lebih pukul 13.15 WIB, presentasi untuk studi banding dari pengurus santri Al Hikam dibuka. Sangat banyak informasi yang dapat diterima oleh pengurus BDI, termasuk kegiatan-kegiatan rutin yang hampir sama dengan kegiatan-kegiatan di asrama SMAN 10 Malang (Leadership Academy). Hanya saja, nuansanya yang membedakan. Tentunya di Pondok Pesantren Al Hikam ini didasari dengan norma-norma dan syariat Islam, dan yang menuntut ilmu di sana adalah para mahasiswa muslim. Sedangkan di asrama maupun sekolah sendiri tidak dapat menerapkan sistem yang demikian, karena memang SMAN 10 Malang (Leadership Academy) adalah sekolah umum yang tidak mungkin condong pada Agama Islam secara menyeluruh. Akhirnya, seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Sesi terakhir diisi dengan foto bersama pihak Pondok Pesantren Mahasiswa Al Hikam. Tepat pukul 15.48 pengurus BDI dan pendamping meninggalkan tempat tersebut. (amn)

By